Tampilkan postingan dengan label lirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lirik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2009

Bunga Kaktus

Cantiknya bunga, selalu membuatku terpesona. Termasuk yang satu ini, bunga yang mekar di malam hari, bunga kaktus raksasa (wah... mungkin aku terlalu bombastis ya dengan mengatakannya raksasa, tapi bunganya memang besar, sebesar piring makan orang dewasa.) Bunga yang bersepupu dengan Wijayakusuma ini sudah membuatku terpesona sejak dia pertama kali mekar, beberapa waktu yang lalu. Setelah itu, batang kaktus ini rajin sekali berbunga. Sayang, dia mekar di malam hari, sehingga kadang momen indah itu terlewatkan. Kusempatkan mengambil gambarnya di pagi hari, saat dia mulai layu kembali. Betul-betul serupa sifatnya dengan sang sepupu (Wijayakusuma tea...). Jadi ingat lagu tentang bunga itu.
Tumbuhmu, di pojok halaman
Seolah kau tak diperhatikan
Mekarmu di keheningan malam
Selalu dinantikan
Mekar mekar bungaku mekar
Bunga Wijayakusuma-ku
Lagu yang sederhana. Nadanya mudah dinyanyikan, kata-katanya mudah diingat, dan sangat tepat menggambarkan keadaan sang bunga. Entah siapa penggubah lagu ini. Anonim. Lagu ini sudah kuketahui sejak masa kanakku dulu, dan masih kuingat hingga saat ini. Sayang, tak diketahui siapa orang di balik lagu ini. Bisa-bisa, diklaim oleh seseorang tertentu sebagai hasil karyanya. Rawan plagiarisme nih. Sudah jelas penciptanya saja kadang orang-orang masih sesukanya mengganti lirik lagu dan mengklaimnya sebagai lagu sendiri. Padahal, bagi sebagian orang, mengarang lagu itu tidak semudah menyanyikannya. Menyanyi itu gampang. Tapi menggubah lagu memerlukan kepekaan bermusik, kepekaan nada, kemampuan merangkai kata menjadi lirik lagu, wah... pada intinya menggubah lagu itu tidak mudah. Jadi... ayo kita hargai karya cipta orang lain, sebagai bentuk penghargaan kepada salah satu aspek intelektual. Dan kita hargai karya cipta Allah yang Agung dengan menikmati keindahan yang tersedia begitu banyak di alam. Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur. Amiin.

Senin, 30 Maret 2009

I'm Sorry Goodbye

sebelum bertemu denganmu hidupku bahagia
semenjak bertemu denganmu ku makin bahagia
semakin lama aku semakin tahu tentang engkau
sedikit kecewa ternyata engkau tak baik

pertama-tama semua manis yg engkau berikan
membuat aku merasakan cinta sebenarnya
semakin hari semakin terungkap yg sesungguhnya
ku makin kecewa ternyata kau penuh dusta

reff:
maafkan ku harus pergi
ku tak suka dengan ini
aku tak bodoh
seperti kekasihmu yg lain

terima kasih oh Tuhan
tunjukkan siapa dia
maaf kita putus
so thank you so much I’m sorry, goodbye

seribu cara kau membuaiku dengan puitis
maybe kau lupa bahwa aku pun juga manusia
yg punya mata, punya hati, dan perasaan
maaf aku pergi dan takkan untukmu lagi

repeat reff

Terima Kasih, Selamat Tinggal

Embedded Video

Blogged with the Flock Browser

Aku selalu suka Krisdayanti. Kekuatan suaranya, keindahan kualitas vokalnya, kejelasan artikulasinya, juga kualitas lagu-lagunya. Hanya yang satu ini yang kurasa agak aneh. Sedikit menyisipkan kata-kata berbahasa Inggris di antara liriknya. Padahal masih bisa pakai bahasa Indonesia, lho. Jumlah suku katanya tepat. Baik di judul maupun akhir bait refrain lagu ini. I'm sorry good bye = terima kasih, selamat tinggal. Sama kan? Juga ada sedikiiit, satu kata, di bait ke-3. Ada kata maybe di situ, yang sangat mungkin -tidak pula mengubah melodi, juga tidak mengubah arti- diganti dengan kata mungkin. Mengapa tidak disempurnakan dalam bahasa Indonesia saja?
Mungkin terasa lebih 'gaya' jika menyisipkan satu-dua bahasa asing di dalam lirik lagu populer. Ini sudah jadi hal biasa di lagu-lagu pop Jepang, yang menyisipkan satu-dua kata atau kalimat berbahasa Inggris dalam lirik lagu-lagunya. Sempat kupikir, lucu juga kali ya. Unik, gitu. Tapi mungkin kebiasaan orang Indonesia, lebih gampang meniru saja ya, bukan membuat inovasi. Kalaupun ada yang membuat inovasi, jumlahnya masih sedikit sekali dibandingkan dengan populasi di negeri ini. Ayo anak bangsa, tunjukkan karya pada dunia.
Katakan terima kasih kepada para pendahulu, dan katakan selamat tinggal pada kebiasaan meniru, mengekor, apalagi plagiarisme. Jangan ragu ucapkan, terima kasih (karena memberi contoh baik), dan selamat tinggal (kebiasaan buruk).