Tampilkan postingan dengan label bunga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2009

Kamis, 14 Mei 2009

Cerita Bunga

Tak biasanya aku menulis puisi. Terus terang, aku tak begitu suka. Menggubah kata-kata cantik menjadi barisan kalimat bermakna, tapi tidak dalam susunan yang biasa, wah... itu susah. Apalagi kalau sudah memakai kiasan yang tak biasa (aneh, buatku), misalnya: bulan segi empat di atas kota; perahu emas mimpiku terbang melayang, ah... pusing deh.
Aku lebih suka menulis kisah, merangkai kata menjadi cerita, walau seringkali masih sangat suka kata-kata yang berrima. Kali ini kisah tentang bunga, Pisang-pisangan di rumah kawan. Cantik rupawan indah dipandang. Bunga indah ciptaan Tuhan.

Jumat, 03 April 2009

Bunga Kaktus

Cantiknya bunga, selalu membuatku terpesona. Termasuk yang satu ini, bunga yang mekar di malam hari, bunga kaktus raksasa (wah... mungkin aku terlalu bombastis ya dengan mengatakannya raksasa, tapi bunganya memang besar, sebesar piring makan orang dewasa.) Bunga yang bersepupu dengan Wijayakusuma ini sudah membuatku terpesona sejak dia pertama kali mekar, beberapa waktu yang lalu. Setelah itu, batang kaktus ini rajin sekali berbunga. Sayang, dia mekar di malam hari, sehingga kadang momen indah itu terlewatkan. Kusempatkan mengambil gambarnya di pagi hari, saat dia mulai layu kembali. Betul-betul serupa sifatnya dengan sang sepupu (Wijayakusuma tea...). Jadi ingat lagu tentang bunga itu.
Tumbuhmu, di pojok halaman
Seolah kau tak diperhatikan
Mekarmu di keheningan malam
Selalu dinantikan
Mekar mekar bungaku mekar
Bunga Wijayakusuma-ku
Lagu yang sederhana. Nadanya mudah dinyanyikan, kata-katanya mudah diingat, dan sangat tepat menggambarkan keadaan sang bunga. Entah siapa penggubah lagu ini. Anonim. Lagu ini sudah kuketahui sejak masa kanakku dulu, dan masih kuingat hingga saat ini. Sayang, tak diketahui siapa orang di balik lagu ini. Bisa-bisa, diklaim oleh seseorang tertentu sebagai hasil karyanya. Rawan plagiarisme nih. Sudah jelas penciptanya saja kadang orang-orang masih sesukanya mengganti lirik lagu dan mengklaimnya sebagai lagu sendiri. Padahal, bagi sebagian orang, mengarang lagu itu tidak semudah menyanyikannya. Menyanyi itu gampang. Tapi menggubah lagu memerlukan kepekaan bermusik, kepekaan nada, kemampuan merangkai kata menjadi lirik lagu, wah... pada intinya menggubah lagu itu tidak mudah. Jadi... ayo kita hargai karya cipta orang lain, sebagai bentuk penghargaan kepada salah satu aspek intelektual. Dan kita hargai karya cipta Allah yang Agung dengan menikmati keindahan yang tersedia begitu banyak di alam. Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur. Amiin.