Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2009

Ken Lee

Mari simak, apa yang bisa terjadi jika kita hanya mendengar tanpa mempelajari lebih jauh kebenaran ucap dan makna bahasa tertentu. Contoh ini terjadi di event music idol di Bulgaria. Menarik juga untuk disimak, dan saya yakin... di Indonesia pun ada beberapa 'kasus' serupa ;)

Embedded Video

Blogged with the Flock Browser

Senin, 30 Maret 2009

Terima Kasih, Selamat Tinggal

Embedded Video

Blogged with the Flock Browser

Aku selalu suka Krisdayanti. Kekuatan suaranya, keindahan kualitas vokalnya, kejelasan artikulasinya, juga kualitas lagu-lagunya. Hanya yang satu ini yang kurasa agak aneh. Sedikit menyisipkan kata-kata berbahasa Inggris di antara liriknya. Padahal masih bisa pakai bahasa Indonesia, lho. Jumlah suku katanya tepat. Baik di judul maupun akhir bait refrain lagu ini. I'm sorry good bye = terima kasih, selamat tinggal. Sama kan? Juga ada sedikiiit, satu kata, di bait ke-3. Ada kata maybe di situ, yang sangat mungkin -tidak pula mengubah melodi, juga tidak mengubah arti- diganti dengan kata mungkin. Mengapa tidak disempurnakan dalam bahasa Indonesia saja?
Mungkin terasa lebih 'gaya' jika menyisipkan satu-dua bahasa asing di dalam lirik lagu populer. Ini sudah jadi hal biasa di lagu-lagu pop Jepang, yang menyisipkan satu-dua kata atau kalimat berbahasa Inggris dalam lirik lagu-lagunya. Sempat kupikir, lucu juga kali ya. Unik, gitu. Tapi mungkin kebiasaan orang Indonesia, lebih gampang meniru saja ya, bukan membuat inovasi. Kalaupun ada yang membuat inovasi, jumlahnya masih sedikit sekali dibandingkan dengan populasi di negeri ini. Ayo anak bangsa, tunjukkan karya pada dunia.
Katakan terima kasih kepada para pendahulu, dan katakan selamat tinggal pada kebiasaan meniru, mengekor, apalagi plagiarisme. Jangan ragu ucapkan, terima kasih (karena memberi contoh baik), dan selamat tinggal (kebiasaan buruk).

Jumat, 27 Maret 2009

Made In Indonesia 15 Chart

Kembali ke Rase FM, radio yang seringkali kudengarkan dalam perjalanan pulang-pergi dari rumah ke tempat kerja.
Salah satu program siaran yang kudengar dalam perjalanan pulang, malam-malam, jam 8-an, ya program yang satu ini, "Made in Indonesia 15 (lima belas) Chart". Halah! Bahasa yang campur-campur lagi. Lucu jadinya.
Kelimabelas lagu yang masuk dalam daftar lagu terbaik pekan itu, semuanya berbahasa Indonesia dan semuanya dinyanyikan oleh penyanyi atau pemusik Indonesia. Tapi judul programnya kok ya... bercampur dengan bahasa Inggris ya? Mengapa tidak "15 Tangga Lagu Indonesia" saja, atau "15 Lagu Buatan Indonesia", atau "Karya Anak Bangsa Indonesia 15", atau apa saja deh, yang menggunakan bahasa Indonesia. Bukankah akan lebih jelas mengidentifikasi kebanggaan kita terhadap karya seniman Indonesia sendiri? Ayo dong, kita apresiasi dengan bahasa kita sendiri pula. Jika bukan kita yang bangga dan memakainya, siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia, jangan sampai di-klaim pula oleh bangsa lain. :p