Rabu, 15 Juli 2009

Bangganya si Kecil Jago Dua Bahasa

Artikel ini kukutip dari tabloid Nova no. 1114/XXII, terbitan 29 Juni-5 Juli 2009. Untuk menambah referensi saja.
"Senangnya punya anak yang sudah berbahasa Inggris secara aktif di usia dini. Sayangnya, kemampuan bahasa ibunya justru menurun. Salahkah bila sikecil belajar bahasa asing sejak dini?
Ita menyekolahkan anaknya di sekolah bilingual. Ia mengaku mendapat banyak keuntungan dengan menyekolahkan sang anak di sekolah berbahasa pengantar bahasa Inggris.
Meski relatif mahal, Ita menganggapnya sebanding demi masa depan sang anak. Memilih sekolah bilingual, menurutnya, justru akan memangkas biaya tambahan yang mesti dikeluarkan untuk menjalani level persiapan saat sang anak akan melanjutkan kuliah ke luar negeri.
Sebagaimana banyak orangtua murid lainnya, Ita menganggap keahlian berbahasa Inggris tentu amat bermanfaat sebagai modal masa depan anaknya kelak.
Namun sayang, tak sedikit orangtua khawatir dengan kemampuan bahasa anak yang bersekolah di sekolah bilingual. Sebagai contoh, buah hati Ita yang kini menginjak level 2 sekolah bilingual mulai terlihat sulit berbahasa Indonesia dengan fasih.
”Anak saya suka mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Jadi, justru kemampuan bahasa ibunya menurun, dan bahasa Inggris anak juga tidak semakin baik,” ungkapnya.
Menjawab kekhawatiran ini, pasangan David E. Freeman, Ph.D dan Yvonne S. Freeman, Ph.D, keduanya profesor di bidang pengajaran dwi bahasa, mengupas banyak elemen dari pendidikan dwi bahasa, lalu meluruskan metode dwi bahasa.
Pasangan Freeman punya kepedulian besar terhadap pendidikan dwi bahasa sehingga mereka melakukan penelitian, menerbitkan sejumlah buku panduan belajar dwi bahasa, dan menyebarkan metode pengajaran dwi bahasa di beberapa negara, di samping menjadi praktisi pengajaran dwi bahasa di Amerika dan Meksiko.
Kuasai Bahasa Ibu
Meningkatkan kemampuan berbahasa asing bukan berarti ditempuh dengan meningkatkan intensitas penggunaan bahasa asing kepada anak. Menurut David, bila ingin anak menguasai bahasa asing, perbaiki dulu kemampuan bahasa ibunya. Semakin baik kemampuan bahasa sang anak, semakin cepat ia mentransfer dan belajar bahasa keduanya. Teori ini sudah David buktikan kepada para muridnya di Mexico City.
Pada anak-anak yang dididik dalam bahasa nasional dengan baik oleh keluarga dan sekolah, mudah mengembangkan penguasaan bahasa asing lain.
Inilah mengapa pada modul pengajaran bahasa Inggris yang dikembangkan David untuk sekolah dasar tak serta merta mengajarkan bahasa Inggris sejak pertemuan pertama. Namun, dimulai terlebih dulu dengan pelajaran bahasa nasionalnya.
Hindari Mengoreksi
Ketika anak mulai belajar bahasa Inggris di sekolah, ia akan mencoba mempraktikkan kemampuan bahasanya sesekali. Dan saat itu, ia mungkin tak bisa mempraktikkan dengan baik bahasa asingnya tadi.
Misalnya, ”Mommy, I want my bantal!”, ”Mommy I haus, I want my drink” dan sebagainya. Jangan koreksi kesalahannya! Biarkan ia menggunakan bahasanya semampunya, meski ia mencampur-campurnya dengan bahasa lain.
Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan mengenali, mengekpresikan, dan menyebutkan kata sesuai maksud yang dimiliki. Semakin banyak kosakata yang dikuasai dan semakin mampu menggunakan istilah dengan tepat, semakin baik kemampuan bahasanya.
Jika anak sedang mempraktikkan apa yang ia bisa, Anda cukup bereaksi sesuai apa yang ia katakan. Jangan membenarkan apalagi mengatakan salah. Bisa-bisa ia tak lagi tertarik belajar bahasa Inggris bersama ibunya.
Laili Damayanti

Rabu, 24 Juni 2009

Kutipan Hari Ini

Bila Anda ingin mengetahui masa lalu Anda,
kenalilah keadaan Anda sekarang
Bila Anda ingin mengetahui masa depan Anda,
perhatikanlah yang sedang Anda kerjakan sekarang...
(mario teguh)

Etika Bertelepon

Siapa yang tidak familiar dengan pesawat telepon? Benda yang satu ini sudah menjadi top-brand di antara alat komunikasi lainnya. Meskipun demikian, etika penggunaannya belum diketahui semua orang, atau mungkin masih diabaikan. Ada aturan tersendiri saat menggunakan alat komunikasi yang satu ini, terutama pada saat Anda di kantor.
Sekalipun Anda bukan operator telepon, Anda tentu perlu tahu aturan atau etika dalam bertelepon ini. Karena apapun pekerjaan Anda, pasti tak akan lepas dari benda yang satu ini. Berikut ini panduan etika berbicara di telepon, baik saat menelepon, maupun menerima panggilan telepon. Kusarikan dari beberapa artikel yang kudapat dari beberapa situs di dunia maya.
1. Segera angkat gagang telepon sebelum telepon berdering untuk yang ke 3 kalinya.
2. Jangan mengganggap bahwa panggilan telepon merupakan gangguan pekerjaan Anda.
3. Berhati-hati agar nada kesal tidak terdengar pada lawan bicara Anda.
4. Jawablah telepon dengan menyebutkan indentitas Anda, sesuai kebijakan pimpinan.
5. Segera tanyakan dengan siapa Anda berbicara dan tanyakan apa keperluannya.
6. Pada waktu Anda menerima telepon, kata-kata yang diucapkan harus jelas, berilah penekanan pada kata-kata secara beruntun.
7. Batasi pembicaraan di telepon secara pribadi karena urusan pribadi di kantor sangat tidak menyenangkan bagi siapapun yang mendengarkan.
8. Apabila pimpinan Anda tidak berada di kantor, tidak perlu memberi tahukan keberadaan pimpinan Anda kepada si penelepon.
9. Apabila Anda menerima telepon untuk pimpinan, tanyakan dulu pada pimpinan apakah beliau bersedia menerima telepon atau tidak.
10. Apabila pimpinan Anda sedang berada di kantor tetapi sedang melakukan pembicaraan di telepon dengan orang lain, sedangkan ada telepon lain untuk pimpinan, tanyakan kepada penelepon untuk menunggu (apabila penelepon lebih memilih menunggu, jangan biarkan penelepon menunggu lebih dari 2 menit ) atau tanyakan apabila penelepon bersedia menelepon kembali.

Selasa, 02 Juni 2009

Kutipan Hari Ini

Lakukanlah apa yang harus Anda lakukan, dan hindari apa yang harus Anda hindari untuk mencapai tujuan, lalu lihatlah apa yang terjadi.
(Mario Teguh)

Sabtu, 30 Mei 2009

Ambigram

am·bi·gu: bermakna lebih dr satu (sehingga kadang-kadang menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dsb); bermakna ganda; taksa
am·bi·gu·i·tas: sifat atau hal yg bermakna dua; kemungkinan yg mempunyai dua pengertian; 2 ketidaktentuan; ke-tidakjelasan; 3 kemungkinan adanya makna atau penafsiran yg lebih dr satu atas suatu karya sastra; 4 kemungkinan adanya makna lebih dr satu dl sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat; ketaksaan
lo·go·gram: ideogram yg dipakai untuk menggambarkan kata
Aku tidak menemukan definisi kata ambigram di kamus manapun, baik Inggris maupun Indonesia. Kata ini cukup sering dijumpai dalam novel Dan Brown yang sudah difilmkan, "Angels and Demons", juga beberapa contoh ambigram berupa kata-kata "earth", "air", "fire", dan "water" yang merupakan empat unsur dasar di alam.
Aku sangat terkesan dengan beberapa ambigram yang digambarkan dalam novel itu. Ketika sebuah tulisan digambarkan sedemikian rupa, sehingga kita tetap bisa membacanya walaupun tulisan itu diputar 180 derajat. Seperti contoh ambigram "illuminati" di atas. Cantik. Dan aku terkagum dengan kepandaian sang seniman membuat tulisan seperti itu. Jadi terinspirasi sendiri. Nanti ya... kalau sudah jadi, aku pasang karyaku itu di sini. Insya Allah. (Haha... baru niat, ternyata.)

Kutipan Hari Ini

kita harus pandai bersyukur dan ikhlas menerima pemberian dan tidak mengeluh setelah menerima tetapi pastikanlah Anda berdiri di mana pemberian itu besar...
(mario teguh)

Selasa, 26 Mei 2009